Mulutku terbuka meritme tawa
Ku palingkan sejenak kepala
Mataku mencelak melihat dia dibawah
Aduhaii, tubuh yang indah kontras,
Kulit Putih menyejukkan, Alis hitam yang membingkai sempurna
Bak Pangeran dongeng di dunia nyata
Dengan ekspresi tawa yang indah
Sapaan seorang membuyarkan
Seorang yang kuanggap hanya menyapa
Lantas penyapa itu naik keatas
Menghampiri diriku yang sedang menstabilkan pikiran akan dirinya dibawah
Penyapa berbicara, menyampaikan cerita yang membuatku ingin meledak di tempat
Sesuatu yang tak masuk akal
Teman sang dia yang berbicara
Dengan keliangauan yang meraja lela
Dia, mulai merasa, mulai membalas
Aku tidak percayaa
Bisa jadi penyapa membual
Tapi? Bagaimana dengan perkataan teman dia sang idaman
Padahal, baru saja aku menjadi manusia tanpa rasa
Kenyataan memang beda, sekejap saja aku merasakan debaran lagi
Lebih kencang, rasa penasaran meraja lela
Ingin kupercaya, namun takut sakit akhirnya
Ternyata Dia seorang pemalu
Apa lebih pemalu daripada aku?
Tapi kata yang lain aku tak punya malu
Terus bagaimana jadinya jika sang penyapa benar
Pasti aku akan melompat lompat tak jelas
Selalu mood setiap waktu
Dan bingung lagipula apa yang akan dilakukan
Sedangkan Dia saja lebih muda,,
Sungguh aku gila dan terbuai karena obsesi yang tak berarah