Sepasang insan bisu
Tepat ke arah dua insan bisu di meja cokelat tua yang biasa saja
Empat penghuni terhormat belum tiba juga,
Seperti sengaja membiarkan kedua orang bisu belajar berbicara
Lengan pria diatas meja menutupi sesuatu yang sedang dilihatnya
Punggung wanita bersandar dengan rasa kesal penasaran
Keduanya sedang liar dalam kegiatan yang tak diketahui
Terjadi dalam otak berharga mereka
Angin menerpa seakan berbicara menyuruh seorang insan mulai berlatih berkata
Akhirnya pria jangkung lakukan
Hanya sebuah kata yang bisa dimatikan oleh wanita
Terdiam beribu abad
Gadis ber-iris cokelat tua pun lakukan
Kata dengan rasa empati, penasaran, kasih sayang dan sedikit amarah yang kontras
Tapi pria jangkung bodoh
Kepalanya mengarah ke gadis, menatap matanya
Dan menganggukannya sedikit
Berdehem mengakhiri bahasanya
Gadis yang ditangannya terdapat buku tebal memaki dalam hati
"Pria bodoh"
Lalu otaknya Menyuruhnya berjanji
"Jangan lagi"
Hatinya mengeluhkan
"Kita telah dihina, buang dia"
Tubuh gadis itu pun tegak
Tak ada desiran darah lagi untuk pria bodoh
Seluruh bagian dari gadis itu sekarang membenarkan ucapan gadis pada temannya setiap saat
"Cari yang pintar"